| Kode Mata Kuliah | SR5004 / 3 SKS |
|---|
| Penyelenggara | 270 - Seni Rupa / FSRD |
|---|
| Kategori | Kuliah |
|---|
| Bahasa Indonesia | English |
|---|
| Nama Mata Kuliah | Teori Seni Rupa I | Art Theory I |
|---|
| Bahan Kajian | - Mengenal Teori Seni Rupa dan Sejarah Seni Rupa
- Formalisme, Modernism dan Medernitas
- Marxisme dan Seni Rupa
- Tinjauan Dunia Sosialis
- Semiotika dan Postrukturalisme
- Psikoanalisis dan Diri yang Tersembunyi
- Seks dan Seksualitas
- Posmodernistas
- Globalisasi
| - Introduction to Art Theory and Art History
- Formalism, Modernism, and Modernity
- Marxism and Art
- Review on the Socialist World
- Semiotics and Poststructuralism
- Psychoanalysis and the Hidden Self
- Sex and Sexuality
- Posmodernity
- Globalization
|
|---|
| Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) | - Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan hubungan antara meta-teori/filsafat (misalnya Marxisme, strukturalisme, pos-strukturalisme, psikoanalisis) dengan kemunculan berbagai teori seni rupa, serta posisi teori seni dalam produksi pengetahuan.
- Mahasiswa mampu mengidentifikasi karakter, fokus, dan batasan utama berbagai teori seni rupa modern dan kontemporer, serta konteks historis dan intelektual yang melatarbelakanginya.
- Mahasiswa mampu mempergunakan teori seni rupa secara awal dan eksploratif dan terbatas untuk membaca karya, praktik, atau fenomena seni tertentu sebagai latihan awal pemahaman teoritis, tanpa tuntutan argumentasi riset mendalam.
- Mahasiswa mampu mengartikulasikan pemahaman teoritis secara lisan dan tertulis dalam format akademik, sebagai latihan awal berpikir dan menulis akademik di tingkat magister
- Mahasiswa menunjukan sikap kritis, reflektif, dan terbuka terhadap keberagaman pendekatan teori seni rupa, serta kesadaran atas posisi dan keterbatasannya dalam kajian seni rupa
| - Students are able to understand and explain the relationship between meta-theories/philosophical frameworks (such as Marxism, structuralism, post-structuralism, and psychoanalysis) and the emergence of various art theories, as well as the position of art theory in the production of knowledge.
- Students are able to identify the main characteristics, focal concerns, and limitations of various modern and contemporary art theories, along with the historical and intellectual contexts that shaped their development.
- Students are able to employ art theories in an initial, exploratory, and limited manner to read specific artworks, artistic practices, or artistic phenomena as a preliminary exercise in theoretical understanding, without the demand for in-depth research-based argumentation.
- Students are able to articulate their theoretical understanding both orally and in written form within an academic format, as an initial exercise in academic thinking and writing at the master’s level.
- Students demonstrate a critical, reflective, and open attitude toward the diversity of approaches in art theory, as well as an awareness of their respective positions and limitations within the study of art.
|
|---|
| Metode Pembelajaran | 1. Ceramah
2. Active learning (diskusi, memecahkan soal bersama, memberikan umpan balik).
3. Collaborative Learning: Kasus terkait proposal proyek seni masing-masing mahasiswa | Lecture
Active Learning (including discussions, collaborative problem-solving, and feedback sessions)
Collaborative Learning: Case studies related to each student’s individual art project proposal |
|---|
| Modalitas Pembelajaran | - Tatap muka: pembelajaran berlangsung terutama secara luring tatap muka (Face-to-Face) secara terjadwal di lokasi kampus.
- Asinkron: Pemanfaatan LMS Edunex (daring, asinkronik) yang memfasilitasi penyampaian dan pengelolaan konten. LMS digunakan untuk mengelola materi, penilaian dan tugas, dan melacak kemajuan mahasiswa.
- Individu / Kelompok: Tugas dan Ujian (UTS dan UAS) diberikan baik sebagai tugas perorangan (individu) maupun Kelompok.
- Mandiri | Face-to-Face: Learning takes place primarily through scheduled in-person sessions (Face-to-Face) held on campus.
Asynchronous: Utilization of the Edunex LMS (online, asynchronous) to facilitate the delivery and management of course content. The LMS is used to organize materials, assessments, and assignments, as well as to track student progress.
Individual / Group: Assignments and examinations (Midterm and Final) are conducted both individually and in groups.
Independent Learning: Students are also expected to engage in self-directed learning. |
|---|
| Jenis Nilai | ABCDE |
|---|
| Metode Penilaian | Metode penilaian yang digunakan adalah pengerjaan tugas dan Ujian dalam bentuk penulisan makalah dan presentasi, baik perorangan (UTS) maupun kelompok (UAS). Metode ini efektif untuk mengukur pemahaman mahasiswa terhadap materi kuliah, keterampilan berpikir analitis, kemampuan mengekspresikan ide secara lisan dan Tulisa, serta kemampuan bekerja sama secara efektif dalam tim.
Komponen Penilaian:
(1) Kehadiran 10%;
(2) Tugas Mandiri (20%);
(3) UTS (Makalah Perorangan) 30%, dan
(4) UAS (Presentasi Kelompok) 40%. | The assessment methods consist of assignments and examinations in the form of essay writing and presentations, conducted both individually (Midterm Examination) and in groups (Final Examination). These methods are effective in measuring students’ understanding of course materials, analytical thinking skills, ability to articulate ideas both orally and in writing, as well as their capacity to collaborate effectively in teams.
Assessment Components:
Attendance – 10%
Individual Assignments – 20%
Midterm Examination (Individual Paper) – 30%
Final Examination (Group Presentation) – 40% |
|---|
| Catatan Tambahan | | |
|---|