Kode Mata KuliahDS5030 / 3 SKS
Penyelenggara271 - Desain / FSRD
KategoriKuliah
Bahasa IndonesiaEnglish
Nama Mata KuliahErgonomi DesainErgonomics Design
Bahan Kajian
  1. D. A. Lieberman, Ergonomics for Therapists, SLACK Incorporated, 2003. H. Dreyfuss Associates, The Measure of Man and Woman: Human Factors in Design, Whitney Library of Design, 1993.
  2. Catherine Mc Dermott, K., Essential Design, Bloomsbury, 1992. Stephen Pheasant, Bodyspace, Tailor and Francis, 1996.
  3. Wilson dan Corlett, Evaluation of Human Work, Tailor and Francis, 1995. W. Lidwell, K. Holden, and J. Butler, Universal Principles of Design, Rockport Publishers, 2010.
  4. Sanders, M.M. dan McCormick, E.J., Human Factors in Engineering dan Design 7th ed, McGraw-Hill, NY., 1993. C. M. Christensen, The Innovator's Dilemma, HarperBusiness, 2016.
    Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
    1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah ergonomi dalam desain atau sistem kerja melalui observasi, wawancara, dan studi literatur.
    2. Mahasiswa mampu merancang dan melaksanakan penelitian ergonomi, termasuk menentukan tujuan, metode, populasi sampel, dan alat ukur yang sesuai.
    3. Mahasiswa mampu menganalisis data hasil penelitian ergonomi dengan menggunakan metode statistik yang relevan dan menginterpretasikan hasilnya.
    4. Mahasiswa mampu menerapkan hasil penelitian ergonomi untuk mengembangkan rekomendasi desain yang dapat meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kinerja pengguna.
    5. Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor manusia (antropometri, fisiologi, psikologi) yang relevan dalam desain produk atau sistem kerja
    6. Mahasiswa mampu menerapkan prinsip-prinsip ergonomi dalam desain produk atau sistem kerja, seperti postur kerja, lingkungan kerja, dan interaksi manusiamesin.
    7. Mahasiswa mampu menggunakan berbagai metode dan alat bantu ergonomi, seperti pengukuran antropometri, analisis postur kerja, dan simulasi komputer, untuk mengevaluasi desain produk atau sistem kerja.
    8. Mahasiswa mampu mengintegrasikan pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu (teknik, psikologi, fisiologi, antropologi) untuk menghasilkan solusi desain yang holistik dan berpusat pada manusia.
    9. Mahasiswa mampu mempresentasikan hasil penelitian atau proyek desain ergonomi secara jelas, terstruktur, dan menarik kepada audiens yang beragam.
    10. Mahasiswa mampu menulis laporan penelitian atau proyek desain ergonomi yang komprehensif, mengikuti kaidah penulisan ilmiah, dan dapat dipublikasikan.
    11. Mahasiswa mampu menggunakan berbagai media komunikasi (lisan, tulisan, visual) untuk mengkomunikasikan konsep dan prinsip ergonomi kepada masyarakat umum.
    12. Mahasiswa mampu berpartisipasi dalam diskusi dan debat ilmiah terkait ergonomi desain, menyampaikan argumen dengan jelas, dan menanggapi kritik secara konstruktif
    13. Mahasiswa mampu menganalisis secara kritis berbagai teori, konsep, dan pendekatan dalam ergonomi desain.
    14. Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah desain yang kompleks dan merumuskan pertanyaan penelitian yang relevan.
    15. Mahasiswa mampu mengembangkan solusi desain yang inovatif dan kreatif untuk mengatasi masalah ergonomi, denganmempertimbangkan aspek teknis, estetika, dan keberlanjutan.
    16. Mahasiswa mampu mengevaluasi dampak sosial, budaya, dan lingkungan dari solusi desain ergonomi, serta mempertimbangkan implikasi etis dalam praktik desain.
      Metode PembelajaranKuliah Interaktif dengan Studi Kasus dan Demonstrasi Perangkat Ergonomi Deskripsi: Menggabungkan penjelasan teori dengan studi kasus nyata dan demonstrasi langsung berbagai perangkat sehari-hari untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang prinsip-prinsip ergonomi. Implementasi: – Presentasi interaktif menggunakan PowerPoint yang dilengkapi dengan gambar, diagram, dan video. – Diskusi kasus-kasus desain ergonomis yang berhasil dan gagal. – Demonstrasi penggunaan dan penyesuaian perangkat ergonomis di laboratorium. Media: PowerPoint, video, perangkat ergonomis, laboratorium ergonomi. Kuliah Tamu dari Praktisi Ergonomi Deskripsi: Mengundang praktisi ergonomi dari berbagai industri untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan praktis tentang penerapan ergonomi di dunia kerja. Implementasi: – Sesi kuliah tamu dengan praktisi dari berbagai bidang, seperti desain produk, kesehatan dan keselamatan kerja, atau desain interior. – Diskusi interaktif dengan mahasiswa tentang tantangan dan solusi ergonomi di industri. – Kunjungan lapangan ke perusahaan atau organisasi yang menerapkan prinsipprinsip ergonomi. Media: Presentasi praktisi, tanya jawab, kunjungan lapangan. Tugas Penelitian Ergonomi Deskripsi: Mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian atau studi literatur mereka terkait topik-topik ergonomi terkini. Implementasi: – Setiap mahasiswa atau kelompok mempresentasikan penelitian mereka. – Diskusi dan tanya jawab setelah presentasi untuk memperdalam pemahaman. Media: Presentasi mahasiswa, makalah penelitian, jurnal ilmiah. Praktikum/Laboratorium Analisis dan Desain Ulang Produk atau Ruang Kerja Deskripsi: Mahasiswa menerapkan prinsip-prinsip ergonomi untuk merancang ulang produk atau ruang kerja yang sudah ada atau merancang produk atau ruang kerja baru yang ergonomis. Implementasi: – Proyek desain individu atau kelompok dengan fokus pada masalah ergonomi spesifik. – Penggunaan alat bantu desain seperti perangkat lunak CAD atau alat prototyping. – Evaluasi desain menggunakan metode simulasi atau pengujian pengguna. Media: Alat ukur yang relevan pada laboratorium ergonomi. Presentasi Proyek Desain Deskripsi: Mahasiswa mempresentasikan hasil proyek desain ulang produk atau ruang kerja mereka kepada dosen dan rekan sekelas. Implementasi: – Setiap mahasiswa atau kelompok mempresentasikan desain mereka. – Sesi tanya jawab dan umpan balik dari dosen dan rekan sekelas. Media: Presentasi proyek, prototipe, laporan proyek. Pembelajaran Mandiri Studi Literatur Terkini 1. Deskripsi: Mahasiswa membaca artikel jurnal ilmiah, laporan penelitian, atau buku teks terbaru terkait ergonomi desain untuk memperluas pengetahuan dan wawasan mereka. 2. Implementasi: – Dosen memberikan daftar bacaan yang relevan atau mahasiswa mencari sendiri sumber-sumber terkait. – Diskusi atau tugas tertulis berdasarkan bacaan untuk mengukur pemahaman. – Media: Jurnal ilmiah, laporan penelitian, buku teks. Penugasan Terstruktur 1. Deskripsi: Mahasiswa mengerjakan tugas-tugas terstruktur, seperti analisis kasus, perancangan eksperimen, atau penulisan laporan singkat, untuk menguji pemahaman dan kemampuan menerapkan prinsip-prinsip ergonomi. 2. Implementasi: – Dosen memberikan tugas dengan instruksi yang jelas dan kriteria penilaian. – Mahasiswa mengerjakan tugas secara mandiri atau berkelompok. – Umpan balik dari dosen untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan. Media: Lembar tugas melalui platform pembelajaran online.
      Modalitas PembelajaranBauran (Hybrid) 1. Mode Penyampaian menggunakan Tatap Muka (Luring): Pembelajaran utama dilakukan secara langsung di dalam kelas dan laboratorium ergonomi untuk memastikan interaksi optimal antara dosen dan mahasiswa, serta memberikan kesempatan praktik langsung dengan peralatan dan metode ergonomi. Pada kondisi mendesak, mode daring (sinkron/asinkron) digunakan sebagai pelengkap untuk diskusi, presentasi proyek, atau pemberian tugas terstruktur melalui platform pembelajaran online (LMS, Zoom) 2. Metode Pertemuan menggunakan: a) Synchronous: Pertemuan tatap muka di kelas dan laboratorium menjadi sarana utama interaksi langsung antara dosen dan mahasiswa, memungkinkan diskusi, tanya jawab, dan bimbingan secara real-time. b) Asynchronous (Asinkron): Platform pembelajaran online digunakan untuk menyediakan materi pembelajaran tambahan (video, artikel, modul), forum diskusi, dan pengumpulan tugas, memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk belajar sesuai kecepatan mereka dengan interaksi tidak real-time melalui LMS Edunex. 3. Gaya Belajar: • Visual: Materi kuliah dilengkapi dengan slide presentasi, gambar, diagram, dan video untuk memfasilitasi mahasiswa yang memiliki gaya belajar visual. Demonstrasi langsung alat dan metode ergonomi juga mendukung gaya belajar ini. • Auditori: Diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi, dan kuliah tamu memberikan kesempatan bagi mahasiswa dengan gaya belajar auditori untuk memahami materi melalui penjelasan dan interaksi verbal. 4. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning Studi kasus nyata dan proyek desain ulang produk/ruang kerja memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan prinsip-prinsip ergonomi dalam memecahkan masalah desain yang kompleks dan relevan dengan dunia nyata. 5. Pembelajaran Kolaboratif: Proyek desain kelompok, diskusi kelompok terarah, dan presentasi proyek mendorong kolaborasi dan kerja sama antar mahasiswa, meningkatkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah secara tim.
      Jenis NilaiABCDE
      Metode PenilaianMetode penilaian meliputi kuis dan tugas individu, laporan praktikum, proyek desain ergonomi, dan partisipasi kelas. Umpan balik berkala akan diberikan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa. Ujian tengah dan akhir semester mengukur pemahaman konseptual, sedangkan portofolio menjadi bukti pencapaian pembelajaran.
      Catatan Tambahan