Kode Mata KuliahSR5112 / 3 SKS
Penyelenggara270 - Seni Rupa / FSRD
KategoriKuliah
Bahasa IndonesiaEnglish
Nama Mata KuliahPsikoanalisis dan SeniPsychoanalysis and Art
Bahan Kajian
  1. Psikoanalisis: Definisi dan Sejarah
  2. Psikoanalisis dan Seni
  3. Konsep-Konsep Dasar Psikoanalisis
  4. Teori-Teori Psikoanalisis
  5. Seni Terapeutik dan Terapi Seni
  6. Experiential Learning: Seni Terapeutik
  1. Psychoanalysis: Definition and History
  2. Psychoanalysis and Art
  3. Basic Concepts of Psychoanalysis
  4. Psychoanalytic Theories
  5. Therapeutic Art and Art Therapy
  6. Experiential Learning: Therapeutic Art
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
  1. Mampu merancang proyek seni rupa yang mengandung atau berlandaskan model atau pendekatan seni terapeutik (menguasai teknik dan metode seni terapeutik).
  2. Mampu memahami dan menafsirkan teori-teori dan metode psikoanalisis serta seni terapeutik.
  3. Mampu mengkaji dan mengkritik karya seni dengan pendekatan psikoanalisis.
  4. Mampu berkomunikasi secara efektif dalam presentasi secara lisan, tulisan, dan sikap.
  5. Mampu menyusun dan mempresentasikan laporan tugas akademik sesuai dengan kaidah.
  6. Mampu mengembangkan kemampuan dan mempertajam amatan untuk berpikir kritis dan mengevaluasi model-model psikoanalisis dalam memahami dan merumuskan kasus (non klinis).
  1. Able to design visual art projects that incorporate or are grounded in therapeutic art models or approaches, demonstrating mastery of therapeutic art techniques and methods.
  2. Able to understand and interpret psychoanalytic theories and methods as well as therapeutic art practices.
  3. Able to analyze and critically evaluate artworks using psychoanalytic approaches.
  4. Able to communicate effectively through oral presentations, written work, and professional academic conduct.
  5. Able to prepare and present academic assignment reports in accordance with established scholarly standards.
  6. Able to develop analytical skills and sharpen critical observation in order to critically assess psychoanalytic models in understanding and formulating non-clinical cases.
Metode PembelajaranCeramah (eksposisi). 2. Active learning (diskusi, memecahkan soal bersama, memberikan umpan balik). 3. Case Study.1. Lectures (expository instruction). 2. Active learning (discussions, collaborative problem-solving, and feedback provision). 3. Case studies.
Modalitas PembelajaranTatap muka: pembelajaran berlangsung terutama secara luring tatap muka (Face-to-Face) secara terjadwal di lokasi kampus. -  Asinkron: Pemanfaatan LMS Edunex (daring, asinkronik) yang memfasilitasi penyampaian dan pengelolaan konten. LMS digunakan untuk mengelola materi, penilaian dan tugas, dan melacak kemajuan mahasiswa.• Face-to-face learning: Instruction is conducted primarily through scheduled in-person (face-to-face) sessions held on campus. • Asynchronous learning: Utilization of the Edunex Learning Management System (online, asynchronous) to facilitate the delivery and management of course content. The LMS is used to organize learning materials, assessments, and assignments, as well as to track student progress.
Jenis NilaiABCDE
Metode PenilaianUTS: Makalah (individu) (30%) -  UAS: Laporan Experiential Learning Seni Terapeutik (essai reflektif) (40%) -  Kehadiran  (10%) -  Presentasi/Diskusi Kelas (20%)• Midterm Examination (Individual Paper): 30% • Final Examination (Experiential Learning Report on Therapeutic Art – reflective essay): 40% • Attendance: 10% • Class Presentations and Discussions: 20%
Catatan Tambahan